Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian Receivable Turnover

Pengertian Receivable Turnover

Deskripsi Tentang Pengertian Receivable Turnover

Pengertian receivable turnover adalah sebuah angka yang menjadi pertanda sudah berapa kali perusahaan melakukan penagihan hutang dalam satu periodenya. Angka ini dapat diketahui dari hubungan antara saldo utang piutang rata-rata dengan penjualan secara kredit.

Receivable turnover atau perputaran piutang sangat penting untuk diketahui oleh perusahaan. Karena semakin tinggi perputaran piutang, maka akan semakin banyak piutang yang dapat ditagih oleh perusahaan.

Dengan begitu kesempatan adanya piutang yang tidak tertagih akan semakin kecil dan juga uang kas perusahaan akan lancar dan pembayaran pajak wajib perusahaan dapat dilakukan dengan lancar. 

Pengertian receivable turnover adalah perusahaan yang melakukan penjualan dengan menggunakan layanan kredit. Dengan adanya perputaran piutang ini direktur perusahaan akan mengetahui bagaimana kinerja yang dilakukan oleh bagian marketing dalam mencari seorang pelanggan yang akan membeli produk perusahaan dan juga sangat berpotensi membayar piutangnya.

Untuk menghitung perputaran piutang ini dapat dilakukan dengan cara memantau rasio perputaran debitur di perusahaan. Tak hanya itu perusahaan juga harus memperhatikan pendapatan yang sama dan juga berada dalam lingkup industri yang sama.

Penghitungan rasio ini juga dapat dilakukan dengan membagi penjualan kredit dengan jumlah rata-rata piutang dalam satu periodenya.

Seperti dijelaskan sebelumnya, pengertian receivable turnover merupakan rasio kecepatan perubahan penjualan kredit yang dikonversikan menjadi dana tunai.

Rasio ini bertujuan untuk mengukur bagaimana perusahaan dalam melakukan pengelolaan dan mengumpulkan kredit-kredit yang diberikan kepada para pelanggan apakah perusahaan dalam melakukannya secara efisien atau tidak.

Oleh sebab itu, perputaran piutang dapat disebut juga dengan rasio efisiensi atau rasio dari aktivitas perusahaan dalam melakukan pengubahan piutang dagang atau kredit menjadi uang tunai dalam satu periodenya.

Semakin tinggi rasio receivable turnover akan semakin baik dan juga sangat menguntungkan dengan begitu perusahaan tidak perlu khawatir soal wajib pajak perusahaan. Jika rasio perusahaan sangat tinggi berarti perusahaan tersebut berhasil mengambil atau menagih piutangnya dari yang bersangkutan setiap tahunnya.

Jika rasio perusahaan 2, berarti perusahaan tersebut sudah melakukan penarikan piutang sebanyak 2 kali dalam setahun.

Posting Komentar untuk "Pengertian Receivable Turnover"